takut

 

Alhamdulillah, “hidangan akhir pekan” ku yg sblumnya ada jg yg :

– mnikmati

– pengen nmbah

– tapi ada jg yg ga ktelen, pait katanya

(wah, kali sy masaknya kcampur brotowali kali yee … :D)

 

Pagi2, rencana mo “masak” hidangan akhir pekan brikutnya, tlunjuk ketuk2 di dahi, “apa yg siy sbenernya yg ditakuti para istri, kalo suami mrk nikah lg?”

 

 

Hihihi, prempuan oh prempuan, kalo misal boleh bikin sertifikat, kmungkinan besar istri yg “njegrig” rambutnya dgn kata2 TA’ADDUD bakal bikin tuh yg namanya :

– sertifikat hak milik

– hak guna bangunan eh bukan ding .. tapi hak guna suami

– SIM tp bukan surat ijin mengemudi tapi surat ijin mnikah lagi tapi di tarok tgl kadaluarsa “kalo sy  sdh mati”

–  dan sgala bntuk dokumen2 yg di tempeli materai Rp 6000 & ga cukup 1 tp mungkin 10 spy yakin suami GA BRUBAH PIKIRAN & teteUp milikku seorg, ck ck ck

–  ato bikin pita “police line” spy ga di terobos masuk oleh akhwaters yg gadisers ato jandaers

–  ato bikin pager beton yg digali ke dalamannya puluhan meter jd nancep hanya di hati 1 istri

 

Perintah Allah tuh udah jelas lho :

 

>>>

Menuntut ilmu wajib bagi setiap Muslim.”

[Hadits shahih li ghairihi, diriwayatkan Ibnu Majah (no. 224), dari jalur Anas bin Malik radhiyallahu’anhu. Hadits ini diriwayatkan pula oleh sekelompok para shahabat, seperti Ali bin Abi Thalib, ‘Abdullah bin ‘Abbas, ‘Abdullah bin ‘Umar, ‘Abdullah bin Mas’ud, Abu Sa’id Al-Khudriy, Al-Husain bin ‘Ali, dan Jabir radhiyallahu’anhum. Para ulama ahli hadits telah menerangkan jalur-jalur hadits ini dalam kitab-kitab mereka, seperti: Imam As-Suyuthi dalam kitab Juz Thuruqi Hadits Tholabil Ilmi Faridhotun ’Ala Kulli Muslimin, Imam Ibnul Jauzi dalam kitab Al-Wahiyat (I/67-71), Imam Ibnu ‘Abdil Barr dalam kitab Jami’ Bayanil ‘Ilmi wa Fadhlihi (I/69-97), dan Syaikh Al-Albani dalam kitab Takhrij Musykilah Al-Faqr (hal. 48-62)]

Tidak diragukan lagi bahwa kebutuhan seseorang terhadap ilmu lebih besar dari kebutuhannya terhadap makan dan minum, seperti pernah dikatakan oleh Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah,

الناس إلي العلم أحوج منهم إلى الطعام والشراب لأنهم يحتاجون إليها في اليوم مرة أو مرتين وحاجتهم إلي العلم بعدد اأنفاسهم

Manusia sangat membutuhkan ilmu dari pada (mereka) membutuhkan makanan dan minuman, karena makanan dan minuman hanya dibutuhkan sehari sekali atau dua kali, sementara ilmu dibutuhkan sepanjang nafasnya.” [Lihat Thabaqat Al-Hanabilah (I/146), Al-‘Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu (hal. 91), dan Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga (hal. 55-56)]

<<<

 

 

Nah kan, jd modalnya menuntut ilmu.

Lalu knapa Alah suruh kita mnuntut ilmu? Ya, krn menit brikutnya, jam brkutnya, hr brikutnya, bulan brikutnya, thn brikutnya kita TIDAK AKAN TAU APA YG AKAN TERJADI.

 

Bisa jadi :

–         Ortu mninggal

–         Anak mninggal

–         Suami mninggal ATAU

–         Suami mnikah lagi

 

Yg rmh tangganya monogamy, bisa brubah jd ta’addud.

Yg rmh tangganya ta’addud, pun bisa brubah jd monogami.

 

 

Pentingnya mnuntut ilmu krn bs jadi diri sndiri mmg ga ngalami/njalani ta’addud tp bs jadi :

– adek/kakak prempuan di ta’addud

– adek/kakak laki2 men-ta’addud

– ayah/ibu jalani ta’addud

Klo dr diri sndiri sdh lapang dada maka ga akan memberi saran2 penolakan kpd org2 terdekat yg akan jalani ta’addud.

 

 

Krn manusia kan GA PUNYA KUASA APA2.

Bhkan utk bisa mengetik di keyboard ini ato mengedipkan mata ato melangkahkan kaki ato menyuapkan sesendok nasi masuk ke mulut klo kita lapar & pengen makan, apakah kita bisa? Tanpa KUASA ALLAH yg Maha berKehendak atas SGALA SESUATUnya.

 

Kita disuruh berdoa seeeetiap saat. Itu bukti BAHWA MANUSIA MAKHLUK TAK BERDAYA TANPA PERTOLONGANNYA.

 

Jadi kalo ada yg mo bikin SERTIFIKAT : HARAM MNIKAH DGN SUAMI SY, hihihi plisss deh … lha yg punya HATI suami itu sapa towh ya? Sang istri ato SANG KHALIK?

Wong kita pegang hati kita sndiri aja ga bisa. Lha koq mau men-stempel hati suami … 😀

 

>>>

 

Wahai Ummu Salamah, yang namanya hati manusia selalu berada di antara jari-jemari Allah. Siapa saja yang Allah kehendaki, maka Allah akan berikan keteguhan dalam iman. Namun siapa saja yang dikehendaki, Allah pun bisa menyesatkannya.” (HR. Tirmidzi no. 3522. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dalam riwayat lain dikatakan,

Sesungguhnya hati berada di tangan Allah ‘azza wa jalla, Allah yang membolak-balikkannya.” (HR. Ahmad 3/257. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini qowiy (kuat) sesuai syarat Muslim)

<<<

 

Kadang ktakutan, kekawatiran seorg istri tuh sampe sdmikian hebohnya, kalo kata anak skg LEBAY.

 

Jadi lupa akan ilmu, lupa akan RUKUN IMAN KE 6, lupa sgalanya.

 

Perasaan, kalo di inget2, kita blajar RUKUN IMAN itu dari kita2 ini masih SD kan ya? Hapal deh InsyaAllah, RUKUN IMAN YG ADA 6 itu terdiri dr apa aja. Tapi koq yg nomor 6 jadi “agak” dilupakan ato terlupakan ya? Hehehe ….

 

Ada yg sang suaminya sdh meng-informasikan dgn seeebaik mungkin klo mo nikah lg, tapi TETEUP KEKEUH SUMEKEUH sang istri membiarkan hatinya SEKERAS BATU.

 

>>>

“Pada hari (kiamat) ketika tidak lagi bermanfaat harta maupun keturunan, kecuali bagi orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat.” (QS. Asy-Syu’araa’ : 88-89).

 

<<<

 

Apa ga pengen kita mati dgn membawa hati yg slamat? Bukan mbawa hati yg sekeras batu krn tertutupi oleh :

–         noda2 hitam penolakan ato

–         ga terima ato

–         ga ikhlas ato

–         ga sanggup ato

–         ga kuat krn suatu hari suami mnikah lgi ato

–         super duper PENcemburu (pdhal istri Rosul jg sangat pencemburu lho .. siapa kita dibanding Para Ummahatul Mukminin …)

 

Pdhal, rmh tangga monogamy & ta’addud itu pd dasarnya sama aja lho.

Ya jelas sama lah yauw, wong tugas istri :

–         duduk manis dirumah

–         mndidik anak2

–         masak, nyuci, ngepel, beres2 rumah

–         hamil, mlahirkan, mnyusui

–         dan MENG-IMUNISASI … 😀 .. jangan lupa

 

Lha kan? Apa yg beda coba?

Ga percaya? Makanya JUST DO IT …. 😀

 

Lagian apa siy yg di takutin?

–         Berbagi materi?

–         Berbagi bodi?

 

Knpa ga fokus mulai saat ini utk PERKUAT PERKOKOH AQIDAH/TAUHID & MANHAJ.

Spy anything will happen … (nggaya inglis2an sesekali)

 

Anything will happen, I’ll be ready & don’t worry be happy.

Gitu aja koq repot

 

Enak lho jadi prempuan, timbang duduk manis, nurut sm Allah dgn cara nurut akan syariatNya, patuh pd suami, teteup mnuntut ilmu, jaga khormatan diri maka peluang mdpt banyak CintaNYA akan lebih besar.

 

Blum lg ada yg mangtabz lho bilang, “pintu surga banyak, ga hrs lewat pintu ta’addud”…. Hihihi … lha lupa lagi kan … weleh weleh … HATI2 klo krn HAWA NAFSU AMARAH krn ga trima SyariatNya yg indah tsb sering merasa LEBIH KUASA dr YG MAHA KUASA, wong yg punya pintu surga itu sapa towh? Istri ato ALLAH?

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: